jump to navigation

Belajar dari Huawei February 28, 2008

Posted by levamentum in Uncategorized.
trackback

Ini merupakan sharing dari salah seorang yang bekerja di Huawei dan kita bisa ambil manfaat dari sharing ini.

Huawei perusahaan besar, dan ke depan saya prediksi perusahaan ini akan mengalahkan raksasa-raksasa industri Telco (termasuk didalamnya Ericsson, NSN dan ALU). secara bisnis, saat ini huawei merupakan perusahaan yang paling kompetitif dibanding perusahaan lainnya, karena itu dia bisa menjual dengan harga yang sangat ekonomis (inilah sebenarnya salah satu kunci dari corporate competitive advantage dimana ada Low Cost, Differentiation dan Focus).
Menurut saya, Huawei itu keburu jadi perusahaan besar, tapi infrastruktur dan suprastrukturnya masih belum siap. banyak sekali tindakan manajemen yang tidak berdasarkan profesionalisme dan pakem manajemen yang benar. ini yang saya lihat bagian yang terlemah dari Huawei. Jika ini dibenahi secara benar-benar, niscaya Huawei akan menjelma menjadi perusahaan raksasa yang tidak bisa dianggap remeh (karena Made in China. red).
Ini salah satu faktanya:
Huawei berdiri tahun 1988, dari sebuah perusahaan distributor PABX yang bermarkas di hongkong kemudian yang dilakukan selanjutnya adalah melihat peluang, meniru, mencoba-coba dan membuat produk sendiri (coba hal ini dilakukan oleh PT.INTI bandung, mungkin sekarang PT.INTI ceritanya menjadi lain. Saya ketawa ketika melintas kantor PT.INTI didepannya terpampang spanduk/tulisan Gedung ini menyewakan tempat untuk Perkawinan, Rapat, dll. Masa perusahaan industri telco terkemuka bertransformasi menjadi perusahaan tempat penyewaan gedung he3x…sorry buat yg kerja di PT.INTI, bukannya sedang mengejek anda tp sebenarnya sedang mengejek bangsa kita yang lemah). OK saya lanjutkan, Tahun 1993, Huawei sudah menciptakan produk Sentral telepon digital pertama kali dengan tipe C&C08. kemudian tahun 1995, mulai mendirikan R&D center di beijing dan mendaftarkan hak paten nya. Tahun 1996, menciptakan produk HONET (semacam Jaringan Akses Fiber dan Copper) dan mendapat kontrak pertama kali dari Hutchinson. dan Lihat tahun berikutnya, 1997 Huawei meluncurkan produk GSM (BSS dan NSS) dan mendirikan Pusar Riset bersama perusahaan raksasa antara lain IBM, SUN, Qualcomm, Microsoft dll. dan tahun-tahun berikutnya adalah masa-masa pertumbuhan luar biasa dengan strategi mendirikan pusat riset antara lain Software di Bangalore India, di lembah Silikon CA dll.
Kita lihat bersama saat ini, hanya kurang dari 10 tahun huawei sudah berada di peringkat ke-4 dalam pendapatan setelah (Ericsson, NSN dan Alcatel Lucent, kemudian Huawei) dan saat ini No.1 sebagai supplier Perangkat CDMA seluruh dunia dengan pertumbuhan pendapatan diatas 30%/tahun tahun 2007 mendapatkan revenue sekitar 16 Billion USD.
Fakta-fakta diatas mungkin bisa jadi pertimbangan untuk teman-teman yang bekerja di huawei, atau yang ingin pindah ke huawei. Perubahan peta bisnis saat ini begitu cepat dimana operator GSM/CDMA mulai perang tarif, yang pasti ujung-ujungnya akan menekan CAPEX dan OPEX. Capex dan opex akan berimplikasi terhadap nilai jual barang dari vendor. semakin murah perangkat yang dijual, maka semakin kecil lah Capex dan Opex yang akan dikeluarkan operator. Nah, dari beberapa vendor yang ada saat ini (Ericsson, NSN, ALU, Huawei, dan ZTE) kira-kira mana yang akan menang?? yang pasti yang punya harga perangkat paling murah dengan kualitas yang bagus, dan juga dengan service yang paling murah pula. kita akan tahu jawabannya khan??
Huawei perusahaan besar, dan ke depan saya prediksi perusahaan ini akan mengalahkan raksasa-raksasa industri Telco (termasuk didalamnya Ericsson, NSN dan ALU). secara bisnis, saat ini huawei merupakan perusahaan yang paling kompetitif dibanding perusahaan lainnya, karena itu dia bisa menjual dengan harga yang sangat ekonomis (inilah sebenarnya salah satu kunci dari corporate competitive advantage dimana ada Low Cost, Differentiation dan Focus).
Menurut saya, Huawei itu keburu jadi perusahaan besar, tapi infrastruktur dan suprastrukturnya masih belum siap. banyak sekali tindakan manajemen yang tidak berdasarkan profesionalisme dan pakem manajemen yang benar. ini yang saya lihat bagian yang terlemah dari Huawei. Jika ini dibenahi secara benar-benar, niscaya Huawei akan menjelma menjadi perusahaan raksasa yang tidak bisa dianggap remeh (karena Made in China. red).
Ini salah satu faktanya:
Huawei berdiri tahun 1988, dari sebuah perusahaan distributor PABX yang bermarkas di hongkong kemudian yang dilakukan selanjutnya adalah melihat peluang, meniru, mencoba-coba dan membuat produk sendiri (coba hal ini dilakukan oleh PT.INTI bandung, mungkin sekarang PT.INTI ceritanya menjadi lain. Saya ketawa ketika melintas kantor PT.INTI didepannya terpampang spanduk/tulisan Gedung ini menyewakan tempat untuk Perkawinan, Rapat, dll. Masa perusahaan industri telco terkemuka bertransformasi menjadi perusahaan tempat penyewaan gedung he3x…sorry buat yg kerja di PT.INTI, bukannya sedang mengejek anda tp sebenarnya sedang mengejek bangsa kita yang lemah). OK saya lanjutkan, Tahun 1993, Huawei sudah menciptakan produk Sentral telepon digital pertama kali dengan tipe C&C08. kemudian tahun 1995, mulai mendirikan R&D center di beijing dan mendaftarkan hak paten nya. Tahun 1996, menciptakan produk HONET (semacam Jaringan Akses Fiber dan Copper) dan mendapat kontrak pertama kali dari Hutchinson. dan Lihat tahun berikutnya, 1997 Huawei meluncurkan produk GSM (BSS dan NSS) dan mendirikan Pusar Riset bersama perusahaan raksasa antara lain IBM, SUN, Qualcomm, Microsoft dll. dan tahun-tahun berikutnya adalah masa-masa pertumbuhan luar biasa dengan strategi mendirikan pusat riset antara lain Software di Bangalore India, di lembah Silikon CA dll.
Kita lihat bersama saat ini, hanya kurang dari 10 tahun huawei sudah berada di peringkat ke-4 dalam pendapatan setelah (Ericsson, NSN dan Alcatel Lucent, kemudian Huawei) dan saat ini No.1 sebagai supplier Perangkat CDMA seluruh dunia dengan pertumbuhan pendapatan diatas 30%/tahun tahun 2007 mendapatkan revenue sekitar 16 Billion USD.
Fakta-fakta diatas mungkin bisa jadi pertimbangan untuk teman-teman yang bekerja di huawei, atau yang ingin pindah ke huawei. Perubahan peta bisnis saat ini begitu cepat dimana operator GSM/CDMA mulai perang tarif, yang pasti ujung-ujungnya akan menekan CAPEX dan OPEX. Capex dan opex akan berimplikasi terhadap nilai jual barang dari vendor. semakin murah perangkat yang dijual, maka semakin kecil lah Capex dan Opex yang akan dikeluarkan operator. Nah, dari beberapa vendor yang ada saat ini (Ericsson, NSN, ALU, Huawei, dan ZTE) kira-kira mana yang akan menang?? yang pasti yang punya harga perangkat paling murah dengan kualitas yang bagus, dan juga dengan service yang paling murah pula. kita akan tahu jawabannya khan??

Comments»

1. asep - March 5, 2008

Selain belajar dari Huawei, kita juga bisa belajar dari Kang stephen Covey, yaitu:

Not just listens what you hear; listens carefully what they not say, it’s more than what you hear.

2. levamentum - March 6, 2008

seperti bahasa kalbu begitu maksud nya Kang Stephen Covey.

3. dee - April 4, 2008

kirain huawei itu judi dadu …… habis namanya asing dan ke-cina2-an banget..hehehehe

4. Panji Widyasmara - April 26, 2008

ya memang ada kemungkinan kalau nantinya perangkat hwawei menjadi perangkat yang banyak digunakan di perusahaan telekomunikasi di Indonesia


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: