jump to navigation

Pakai Pertamax atau Premium? March 5, 2008

Posted by levamentum in Uncategorized.
trackback

Berapakah sebenarnya nilai oktan yang dibutuhkan oleh mesin mobil kita?Khusus untuk tipe yang kebutuhan oktannya sekitar 90-92. Artinya anda boleh menggunakan premium yang dicampur Pertamax/Pertamax Plus untuk mendapatkan nilai oktan yang dibutuhkan. Premium yang beroktan 88 jika dicampur dengan Pertamax/Pertamax Plus yang saat ini beroktan 92/95 dalam perbandingan 1:1 akan memberikan nilai oktan sekitar 90/91.5. Premium murni sama sekali tidak mampu mencukupi kebutuhan oktan mesin tersebut.

Caranya :

Jika saat ini sudah full tank Pertamax, tunggu sampai tinggal separo, lalu isi Premium. Jika full tank Premium, tunggu tinggal separo, lalu isi Pertamax. Jika sudah habis, terpaksa anda harus isi Pertamax separo, lalu pindah ke tempat Premium isi setengahnya lagi… Memang untuk pertama kali-nya akan kelihatan lucu, soale pindah-pindah he he he…

Pakai Bensin Apa ?

Pemilik kendaraan kendaraan sering bertanya-tanya soal satu ini. Di Indonesia, saat ini tersedia beberapa jenis bensin, yaitu Premium (RON 88), Pertamax (RON 92) &, Pertamax Plus (RON 95). Premium masih mengandung timbal (leaded fuel) sedangkan Pertamax & Pertamax Plus bebas timbal (unleaded fuel).

Pertamax dan Pertamax Plus diproduksi dengan menggunakan bahan baku berkualitas tinggi yang telah memenuhi standar International Word Wide Fuel Charter yang F menuju katagori I. Dan tentu saja bahan ini tidak mengandung timbal.

Dari sisi sifat fisika atau properties bahan baku Pertamax dan Pertamax Plus memiliki stabilitas oksidasi yang lebih tinggi dari destilasi atau titik didih yang lebih rendah. Kemudian kandungan olefin, aromatik dan benzenernya telah dibatasi. Hasilnya, bahan baku Pertamax pembakarannya lebih sempurna. Dan untuk memenuhi kebutuhan dan perkembangan teknologi otomotif, angka oktanpun disesuaikan, Pertamax memiliki oktan RON (Research Octane Number) 92 dan Pertamax Plus memiliki oktan RON 95.

Keunggulan lainnya, Pertamax dan Pertamax Plus dilengkapi dengan aditif generasi 5 atau aditif generasi terakhir. Aditif yang berfungsi menyempurnakan proses kimia pada pembakaran didalam mesin ini telah memperoleh sertifikasi dan laboratorium independen berstandar international di Houston, Texas Amerika Serikat. Houston Texas sudah lama dikenal sebagai pusat riset bahan bakar dan motorgas dunia.

Biasanya di dalam mesin kendaraan terdapat timbunan deposit pada intake rafre yang akan menggganggu akselerasi mesin. Sedangkan timbunan deposit pada fuel injector dan ruang pembakaran akan membebani kinerja mesin. Aditif ini mampu membersihkan mesin dari semua timbunan deposit tersebut. Aditif ini juga melarutkan air dalam tangki mobil sehingga dapat mencegah karat dan korusi pada saluran dan tangki mesin.

Hasil pembakaran mesin makin sempurna. Lalu racun gas buang kendaraan bermotor yang bersumber dari senyawa kimia yang tidak stabil (nitrogen oksida dan karbon monoksida) dapat ditekan menjadi lebih baik. Kemampuan Pertamax dan Pertamax Plus membersihkan mesin dari timbunan deposit dan menekan kandungan racun gas buang kendaraan bermotor, membuat kinerja mesin meningkat dan lebih bertenaga, serta ramah lingkungan. Pada akhirnya kita bisa menekan biaya perawatan kendaraan dan menghemat konsumsi bahan bakar hingga 6,7%. Mobilpun tidak akan ngelitik saat jalan.

Membeli sendiri aditif tambahan akan lebih mahal dan merepotkan. Kita mesti repot membeli dan membuka kemasannya. Dan bisa saja suatu saat kita lupa menambahkan aditif atau tidak tepat takarannya.Kini konsumen tidak perlu lagi membeli tambahan aditif.

Persepsi salah ?
Persepsi yang salah masih dianut oleh kebanyakan masyarakat kita bahkan juga para mekanik bengkel resmi sekalipun:

1. Bensin tanpa timbal itu tidak boleh digunakan oleh mobil lawas karena mesin mobil lawas butuh timbal sebagai pelumas katup;
2. Bensin tanpa timbal hanya boleh digunakan oleh kendaraan yang dilengkapi dengan perangkat catalytic converter.

Mari kita ulas satu persatu untuk mendapatkan pengertian yang benar. Timbal dalam bahan bakar TIDAK melumasi katup, namun residu timbal melapisi katup. Karena ada lapisan ini, maka ketika katup menutup ada semacam bantalan/ cushion antara bahan metal katup dengan dudukan katup (valve seat) di cylinder head. Jika katup beradu langsung dengan valve seat akan berakibat pada kalahnya valve seat karena bahan metal yang digunakan katup pada umumnya lebih keras dari bahan cylinder head.

Sekarang pertanyaannya adalah, apakah teori ini berlaku bagi mobil anda? Jawabnya mudah saja, yaitu jika cylinder head mesin Anda terbuat dari bahan aluminium alloy, maka teori ini TIDAK BERLAKU lagi alias Anda boleh menggunakan bensin tanpa timbal. Kenapa begitu? Karena bahan alloy relatif lunak dibandingkan metal katup, pabrikan sudah memasangkan insert (lapisan) pada valve seat yang terbuat dari bahan baja. Jadi dalam hal ini cylinder head tidak akan rusak, dan tidak butuh bahan bakar bertimbal sebagai pelindung. Kesimpulannya, bahkan Peugeot 505 GR sekalipun laik mengkonsumsi BBM Tanpa Timbal.

Timbal digunakan untuk mendongkrak nilai oktan bensin sejak awal abad ini. Dalam perkembangannya, akhirnya diketahui bahwa timbal sangat berbahaya bagi kesehatan, yaitu bersifat carcinogenic (pemicu kanker) dan juga menghambat perkembangan intelijensi (IQ) anak-anak. Maka diciptakanlah bensin tanpa timbal namun beroktan tinggi juga semenjak awal 1970-an.
Pertamina sendiri merencanakan untuk menghapus bensin bertimbal (premium dan premix) pada akhir tahun 2001 ini dari wilayah DKI Jakarta dan akan disusul oleh daerah-daerah lainnya sehingga bumi pertiwi diharapkan bebas dari bensin bertimbal pada akhir tahun 2003.

Bensin tanpa timbal yang sering disebut-sebut sebagai bensin ramah lingkungan sebenarnya tidak seramah itu. Pada bensin jenis ini, terdapat banyak sekali zat aromatics yang juga bersifat carcinogenic! Zat-zat aromatics ini hanya bisa dinetralisir oleh Catalytic Converter (Cat). Kesimpulannya, jika anda memiliki kendaraan yang tidak dilengkapi dengan cat, anda sah-sah saja menggunakan bensin tanpa timbal namun gas buang dari kendaraan anda masih bersifat berbahaya juga. Jika kendaraan anda belum dilengkapi cat, alangkah baiknya jika anda tetap menggunakan bensin tanpa timbal demi masa depan anak-anak anda, supaya perkembangan IQ-nya tidak terganggu. Paling tidak, bensin tanpa timbal tetap sedikit lebih ramah lingkungan walaupun kendaran anda belum menggunakan cat.

Kebutuhan Oktan Mesin
Berapakah sebenarnya nilai oktan yang dibutuhkan oleh mesin mobil Kita?Khusus untuk tipe yang kebutuhan oktannya sekitar 90-92. Artinya anda boleh menggunakan premium yang dicampur Pertamax/Pertamax Plus untuk mendapatkan nilai oktan yang dibutuhkan. Premium yang beroktan 88 jika dicampur dengan Pertamax/Pertamax Plus yang saat ini beroktan 92/95 dalam perbandingan 1:1 akan memberikan nilai oktan sekitar 90/91.5. Premium murni sama sekali tidak mampu mencukupi kebutuhan oktan mesin tersebut.

Patut diketahui juga bahwa ada beberapa cara mengukur nilai oktan, namun yang paling sering digunakan adalah metoda RON (Research octane Number) dan Nilai Rata-rata RON dengan MON (Motor Octane Number). Nilai-nilai oktan yang dibahas diatas semuanya menggunakan metoda RON.

Kadang ada yang bersikeras bahwa di USA bensin terbaik (premium unleaded) hanya memiliki nilai oktan 94 sedangkan rata-rata mobil kebanyakan cukup menggunakan oktan 87 saja. Makanya ketika orang ini pulang ke bumi pertiwi, mobil-nya diisi dengan premium yang beroktan 88. Nah, disini terjadi kesalahan besar karena USA menganut metoda Nilai Rata-rata RON-MON. Bensin beroktan 87 di USA memiliki nilai oktan RON sekitar 92, sedangkan bensin premium unleaded beroktan 94 di USA memiliki nilai oktan RON sekitar 99.

Apa yang terjadi jika kita menggunakan bensin yang memiliki nilai oktan lebih rendah dari kebutuhan oktan mesin? Mesin akan ngelitik (detonasi). Seringkali kita meremehkan detonasi padahal dampak dari detonasi sangat fatal. Sebagai contoh, di arena balap detonasi mengakibatkan bolongnya piston mesin! Tentunya di jalan raya kejadian ini nyaris tidak pernah terdenganr karena kondisi pengendaraan yang jauh berbeda dengan arena balap. Namun yang pasti, usia mesin kendaraan akan menjadi jauh lebih pendek dibandingkan yang seharusnya. Ring piston lebih cepat aus, demikian pula komponen-komponen mesin lainnya.

Selain itu, mesin yang mengalami detonasi tidak dapat memberikan unjuk kinerja optimal alias konsumsi BBM lebih boros namun tenaga yang dihasilkan lebih kecil. Penyetelan ulang saat pengapian dengan cara memundurkannya (retard/ na) bukanlah solusi yang bijaksana karena kinerja mesin akan semakin menurun. Mesin menjadi tidak efisien lagi. Namun cara ini patut dipertimbangkan ketika kita berada di daerah dimana hanya tersedia bensin beroktan rendah. Daripada mesin cepat jebol, apa boleh buat kita korbankan efisiensinya. Berusaha menurunkan kompresi mesin juga bukan cara yang bijaksana karena akan mengurangi efisiensi mesin. Namun, jika terpaksa karena di daerah dimana anda tinggal hanya tersedia bensin premium, lakukanlah penurunan kompresi dengan cara yang benar. Jangan pernah berpikir untuk men-double paking/ gasket cylinder head! Carilah paking yang lebih tebal atau lakukanlah pembesaran volume ruang bakar dengan cara yang benar.

Jika mesin kita hanya membutuhkan oktan sekitar 92 , apakah kita perlu menggunakan bensin yang memiliki oktan lebih tinggi seperti Pertamax Plus? Jelas tidak perlu, namun disini timbul dilema karena kita tetap harus peduli pada masa depan anak-anak bangsa ini agar tidak menjadi generasi yang bodoh dengan tingkat IQ rendah. Apakah solusinya?

1. Mencampur premium dengan Pertamax/Pertamax Plus, otomatis timbal pada gas buang kendaraan anda akan semakin kecil;
2. Menggunakan Pertamax Plus tapi anda harus menyetel ulang saat pengapian mesin anda dengan memajukannya (advance/ voor). Memajukan saat pengapian sebanyak sampai dengan sekitar 5 derajat akan mengakibatkan mesin anda lebih efisien alias lebih bertenaga dan lebih hemat BBM sehingga anda tidak buang uang percuma membeli bensin yang lebih mahal.

Menaikkan Nilai Oktan
Nilai oktan tidak dapat ditingkatkan dengan mudah. Octane booster Yang banyak dijual di pasaran hanya mampu menaikkan nilai oktan sekitar 1 sampai 2 tingkat saja, jika tidak malah menurunkannya. Turun? Benar, ini bukan salah ketik atau anda salah baca. Berbagai negara menggunakan cara yang berbeda-beda dalam proses pembuatan bensin. Cara yang digunakan di USA belum tentu sama dengan cara yang digunakan di Cilacap atau Balongan. Dengan sendirinya, octane booster eks USA belum tentu cocok untuk bensin di Indonesia. Pernah suatu ketika saya menambahkan produk octane booster terkenal eks USA di mobil saya dan yang terjadi mesin malah ngelitik (detonasi)! Padahal sebelumnya mesin ini baik-baik saja. Penggunaan kamper untuk menaikkan nilai oktan adalah mitos saja, karena hanya kamper kuno yang menggunakan bahan naphtalene saja yang dapat menaikkan nilai oktan sedikit. Ini juga dengan catatan, karena semuanya kembali tergantung pada proses pembuatan/ penyulingan bensin. Kamper yang tidak larut sepenuhnya malah bisa mengakibatkan tersumbatnya injector anda. Nilai oktan hanya dapat ditingkatkan dengan efektif dengan beberapa cara antara lain:
1. Menambahkan timbal yang berbahaya bagi kesehatan;
2. Menambahkan MTBE seperti pada premix dan Super TT;
3. Mencampur bensin dengan Avgas (aviation gasoline).

Penggunaan avgas atau avtur juga disinyalir berbahaya bagi kesehatan karena avgas pada umumnya memiliki kandungan timbal yang tinggi. Penambahan MTBE seperti yang dilakukan Pertamina relatif aman bagi kesehatan namun efisiensi pembakaran sebenarnya menurun karena menurunnya nilai kalori (calorific value) hasil pembakaran bensin.

Untuk mendapatkan tenaga mesin yang sama, mesin harus membakar lebih banyak bensin yang mengandung MTBE alias konsumsi BBM menjadi lebih boros.

KESIMPULAN
1. Demi masa depan anak-anak anda yang harus lebih pintar dari orang tuanya, gunakanlah bensin tanpa timbal (Pertamax / Pertamax Plus);
2. Jika anda berada di daerah yang tidak terdapat bensin tanpa timbal, ya apa boleh buat;
3. Gunakan bensin dengan nilai oktan yang sesuai dengan kebutuhan oktan mesin anda (sesuai spesifikasi pabrikan). Oktan yang terlalu rendah mengakibatkan detonasi pada mesin yang bersifat merusak mesin sedangkan oktan yang terlalu tinggi membutuhkan penyetelan ulang pada saat pengapian mesin anda supaya anda tidak buang uang percuma beli bensin mahal;
4. Jika di tempat anda berdomisili tidak tersedia bensin beroktan cukup untuk memenuhi kebutuhan mesin, maka anda terpaksa melakukan penyetelan ulang saat pengapian atau memodifikasi cylinder head.

Sumber:http://ayahadhwaa.multiply.com/recipes

Comments»

1. Budi Sulistyo - March 5, 2008

Pertamax!

2. Rayyan Sugangga - March 5, 2008

Jadi inget masa-masa menggunakan Bebek Supercup Merah 1980.

Percaya atau tidak. Suatu hari aku isi dengan bensin Super TT. Hasilnya nggak aku gas, dia nge-gas sendiri ha ha ha Mesinnya kaya ngeden gitu, pokoknya nge-ngegas sendiri :)

3. jagrag - March 5, 2008

Pertamax jadi orang yang bilang ‘pertamax’. hehehehe

panjang pisaaannn, bahkan untuk scroll hingga mencapai bagian ‘comment’ untuk bilang ‘pertamax’ aja butuh waktu kurang lebih 1’15”

4. amir - March 10, 2008

Bis Kota. :)

5. Silver Arrow - June 20, 2008

Volvo 960 3.0 punya gw tetep pakai pertamax plus sampai sekarang

6. The Tukang - November 19, 2008

Nanya Om, Kalau Charade 84 kasih Pertamax/P Plus, ada perubahan lebih baik secara significant tidak? Atau perlu ada pengubahan pengapian mesinnya. Makasih sebelumnya.

7. andhy - November 26, 2009

pake pertamax…..
pulang balik kendari- rate2(300km) cuman pake 5 liter…..

rastaman - January 3, 2012

pake mobil apa bos?

8. lowb3rt - January 4, 2010

ah… nih mobil gw agak aneh dikit…
merk toyota camry gracia, tahun pembuatan 1998, ex. japan, lokasi sekarang batam, riau…
waktu pertama beli, si penjual udah bilang kalo mobilnya minum premium biasa.. trus maklum lah bru bli mobil pengin mobil tuh minum enk.. jadi gw kasih pertamax plus dari 1/4 tangki ampe full… eh malah jadi gak bertenaga, ngelitik n tambah boros… malah pake premium ngak begitu… apa ada masalah gak yah kalo w lanjut premium aja.. udah 1 taon lebih pake premium sehat” aja.. maklum mobil bru bli 1 taon lebih.. info dunk gan… thx..

9. enno - March 26, 2010

pke pertamax tuk honda beat bgs bgt….d……….Depok-Jakarta tiap hari baik2 aj,,,lg an kan dah da bacaannya ” mesin ini menggunakan bensin tanpa timbal” tau dunks bagi yng pnya ni mtor,,,thx.

10. ayaa - June 22, 2010

Suka tulisannya, walo ga ngerti mobil de-el-elnya tapi enak dibaca sampe akhir.
Nambah wawasan bgt.
Mau kasih tau ke bpk,masku,cowoku,dan temen2 yg lain ahh.
Rakyat indonesia sangat berhak atas udara bersih dan masa depan cerah.hehe

11. vino - September 29, 2010

pertamax memang mantap… mesin jd terawat,, akselarasinyapun semakin lincah,,, Salut dech buat pertamax,,,,

12. abdina - October 20, 2010

pertamax oke……campuran pertamax plus dan premium boleh juga……

13. sean - November 26, 2010

mas motor saya dan abang saya mati mendadak ketika sedang jalan..
kita dulu pake premium, tapi beralih ke pertamax dan pertamax plus.. apa mungkin karena kita pake pertamax atau pertamax plus mesin motor jadi tidak optimal?

ghee - April 26, 2011

sean … pertamax memiliki sifat membersihkan …
ada kemungkinan selama sean menggunakan premium terdapat banyak kotoran kotoran yang mengendap di dalam mesin kamu. nah pada saat kamu menggunakan pertamax ada kemungkinan kotoran” itu larut dalam bahan bakar. dan menyumbat di saluran saluran yang ada di dalam mesin. so … sebaiknya tetap gunakan pertamax … untuk kinerja mesin yang tetap optimal. ^.^

14. Ivan - January 24, 2011

kijang 93, dikasi pertamax malah over head?? gmn neh…..

ya menurut buku, ama kuliah otomotif, memang mobil thn 93 ke bawah, khususnya kijang…. emang di desain pake premium…. apa kah anda bisa mempertimbangkan?

hmm mercy tiger 76, minum premium sama pertamax ga ada bedanya…. malah enakan premium murah ga knocking, pertamax kadang knocking….

klo mobil 2005 ke atas pake pertamax emang bener, injeksi….

dan pasti irit.

untuk tentang mobil yang lawas, bisa minum pertamax tertentu aja, klo buatan luar negeri (CBU) ga masalah teknologi maju… tapi klo sekedar kijang 93 gmn? rakitan, karburator juga….

emang ada sich zaman sekarang karburator upgrade ke injeksi, begitu sebaliknya….. tapi setiap orang kan pendapatnya berbeda… wakakaka.

15. harry - March 12, 2011

haha nice om

16. ghee - April 26, 2011

secara umum, dampak langsung ke mesin memang tidak terlalu kelihatan, apa lagi untuk kendaraan kendaraan tua. namun, jika di tinjau lebih mendalam, BB pertamax akan melakukan perawatan terhadap engine, seperti membersihkan saluran” dari kotoran” yang ada dan melumasi.
dan untuk kendaraan tua. memang harus melakukan penyesuaian seperti penyetelan timing pengapian. :)

17. _thor_ - May 2, 2011

mas,, campur premium ame pertamax gak pa2 y??
uda ada penelitianX blum nih..
ane baru beli new rush 2011 mw isi premium tp takut krna d buku pedoman pemilik dilarang pake BB yg pake timbal..
tp mw isi pertamax skg kemahalan,, mendekati 10.000 /L.. (2x lebih mahal dr premium)
ane pengen coba sarannya yg nyampurin premium ame pertamax,, kira2 aman gak tu??
klu bisa blz k email ane lnsg y……..

18. akang ardan - May 6, 2011

saya sudah 1tahun pake pertamax.. mesin motor jadi lebih enak buat jalan, ‘n nafas juga lebih panjang..
tpi sebelum saya pindah ke pertamax, saya konsultasi dlo ke BeRes,agar di stel lagi setting’an motor sya krna sbelumny pke premium..

yaa kalo dipikir2 jga berat.. pertamax sdah mnyentuh 9300/liter.. apalagi sya ni masih mahasiswa.. trus terang sya jga domisili..

tpi hikmahny slama pake pertamax, sya bsa lbih me’manage’ keuangan saya..
sya pernah wktu tu servis di Beres,sya mnta d priksa mesinnya,,alhasil Alhamdulillah mesin sya lbih bersih.. busi jg terlihat bagus..

kalo pun nnti pertamax smpe mnyentuh 10.000/liter,mungkin dgan berat hati sya trpaksa menyampur dgn premium.. :( ckckckk..

19. Anza - June 24, 2011

Nice Info.., Thx..

20. deylieus - September 29, 2011

mau tanya ni bang. klo mtr mx new di gunakan pertamax, apakah mesinnya mudah aus atau kasar? makasih atas perhatiannya.

deylieus - September 29, 2011

bang jawabannya lngsng di bls di YM aja ya.

21. Shyl - October 17, 2011

Ap sih maksud dari “mesin ini tdk mnggunakan bensin tanpa timbal” ?! Q sama skali gak ngerti..
Thx

22. Kevin Marcellino - March 4, 2012

Gan ane baru beli all new avanza 1.5 G, menurut para master lebih baik pake premium apa pertamax, soal’a di bku pedoman ada bacaan dilarang menggunakan bensin bertimbal..

23. syamsuddin - March 4, 2012

Mau nanya nih bos motor mega pro gua yang lagi in tryin bahan bakarnya pakai pertamax. Apa saja nih pengaruhnya pada mesin motor gue

24. tedy - April 6, 2012

Pertamax? kenapa kita hanya berbicara Pertamax saja. Apakah bensin tanpa timbal hanya Pertamax, bukankah sekarang sudah ada SPBU Shell dan Petronas. Bgm produk mereka.
Tentu semua akan lebih memilih yang terbaik (bensin tanpa timbal dibanding dengan timbal). Permasalahannya hingga saat ini kita masih sulit untuk memperoleh pilihan atau hak memilih. Seseorang memenfaatkan hak memilih tentunya atas berbagai pertibangan, bisa krn harga, krn kualitas layanan, krn kemudahan, juga krn kombinasi dari semuanya.
Namun, coba bayangkan bila kita terbiasa pakai produk Shell atau Petronas, lalu kita pergi ke kota lain yang tidak tersedia keduanya, padahal kita senang pergunakan bensin tanpa timbal. Kemungkinannya adalah terpaksa (bukan krn hak) ganti yang ada alias Pertamax lagi. Jadi hak-hak kenyamanan dan kemudahan kita masih terbelenggu oleh kondisi (???)

25. MWIMRSNAIL - June 25, 2012

ijin copas ya om, artikel sangat menarik.

levamentum - June 28, 2012

silahkan


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: